KONKERPROV IV DAN RAKORPIMPROV II
PGRI PROVINSI JAWA BARAT
MASA BAKTI XX TAHUN 2008 - 2013
Photo bersama Gubernur Jawa Barat,Ketua PGRI Jawa Barat,Ketua PGRI Kabupaten Sukabumi.
Bapak dan Ibu Pengurus Cabang PGRI Kecamatan Tegalbuleud masa bakti XX tahun 2010 - 2012 yang saya hormati.Keberangkatan saya ke Bandung untul mengikuti Konkerprov dan Rakorpimprov PGRI Jawa Barat Tahun 2012 adalah melaksanakan tugas dari Ketua Cabang PGRI dan Wakil Ketua Cabang PGRI Kecamatan Tegalbuleud yang karena berbagai hal beliau berdua berhalangan mengikuti kegiatan tersebut.
Jam 09.00 acara dimullai dengan photo bersama dengan Gubernur Jawa Barat dan Ketua PGRI Jawa Barat.Kabupaten Bogor mendapatkan giliran pertama untuk photo bersam dilanjutkan Kabupaten Majalengka dan Kabupaten Sukabumi mendapat giliran ke 3 untuk phtoto bersama dengan Gubernur dan Ketua PGRI Jawa Barat.Kegiatan Photo bersama diatur dalam beberapa sesion dan setiap sesion masing-masing 4 kabupaten kota.Peserta yang telah photo bersama selanjutnya menuju ruang pembukaan yang berada di dalam yang meruapakan lapangan Olah raga yang telah ditata sedemikian rupa sehingga tampak indah dan nyaman.Sambil menunggu sesion photo bersama usai kami disuguhi berbagai atraksi seperti Persembahan Paduan Suara PGRI Provinsi Jawa Barat,Alunan Arumba,dan sajian kesenian perwakilan peserta.Dari Kabupaten Sukabumi juga sempat tampil Bapak Asep Durahman melantunkan lagu Widuri yang cukup menghibur juga.
Acacra Upacara Pembukaan dimulai jam 11.00 WIB.Acara selengkapnya adalah sebagai berikut :
b. mengheningkan Cipta
c. Menyanyikan Lagu Mars PGRI
d. Menyanyikan Lagu Hymne PGRI
e. Ikrar Guru Indonesia
f. Laporan Ketua PGRI Prov.Jawa barat
g. Sambutan Ketua Umum PB-PGRI
h. Sambutan Gubernur Jawa Barat sekaligus membuka resmi acara Konkerprov IV dan Rakorpimprov II PGRI Provinsi Jawa Barat masa bakti xx tahun 2008 - 2013.
h. Do'a
*Ucapan selamat kepada Pemerintah Jawa
Barat menyandang predikat Wajar Tanpa
Pengecualian ( WTP ).dalam pengelolaan
keuangan.
* Ucapan terimakasih kepada Gubernur Jawa
Barat atas perhatian dan kesungguhannya
dalam dunia pendidikan yang dibuktikan
dengan pembangunan 6000 RKB ditahun
2011 dan 6000 RKB ditahun 2012,Penyaluran
Dana Bos Prov untuk Pendidikan
Dasar,Bantuan Siswa Miskin
* Sikap PGRI dalam hiruk pikuk politik adalah PGRI bersifat,Unitaristik,Independen dan Non partai politik namun tidak berarti buta politik.
* Ajakan kepada anggota PGRI untuk berdemokrasi secara santun dan cerdas.
* Memperkenankan Gubernur untuk memberikan sambutan dan sekaligus membuka secara resmi acara Konkerprov IV dan Rakorpimprov II PGRI Jawa Barat Masa Bakkti XX tahun 2008 - 2013.
Ketua Umum PB-PGRI Dr.Sulistiyo,M.Pd pada sambutannya menyampaikan :
* Ucapan selamat kepada Pengurus PGRI Jawa Barat yang mampu menyelenggarakan Konkerprov dan Rakorpimprov tahun 2012.
* Ada beberapa kebijakan pendidikan yang masih kurang sejalan dengan upaya peningkatan mutu guru bahkan membuat guru tertekan.
* Usulan kepada pemerintah untuk mengadakan pembinaan dan pelayanan kepada guru yang lebih baik.Usulan peningkatan profesi guru diawali dengan Uji kompetensi yang bertujuan untuk pemetaan kompetensi guru dalam rangka untuk pembinaan guru secara tepat sasaran dimasa datang.
* Usulan agar guru yang diangkat sebagai pengawas dan penilik dapat dihargai sebagai guru untuk menghindari krisis Pengawas dan Penilik.Agar hak-hak guru dan pengawas tidak hilang.
* Kode etik guru agar dilaksanakan serius mulai Januari 2013.
* PGRI menyiapkan Dewan Kehormatan PGRI untuk perlindungan guru.
* Penekanan agar anggota PGRI solid dalam mencapai tujuan-tujuan Organisasi
* Pembinaan Kepribadian dan sosial guru.
* Ucapan selamat datang kepada Pengurus
PGRI Jawa barat,Dewan Kehormatan
PGRI,Dewan Penasihat PGRI,Ketua PGRI
kabupaten Kota se-Jawa Barat dan Ketua
Cabang PGRI Kecamatan se-Jawa barat.
* Acara harus sederhana sesuai moto pola
hidup sederhana,tetapi Cita-cita tidak boleh
sederhana.
* Semua program khususnya program
pendidikan merupakan bentuk silaturahmi
Gubernur.
* Keberkahan berbagai bentuk perlu disyukuri,salah satu nya adalah ketentraman batin,sehingga
semoga semua mendapatkan ketentraman batin.
* Titip sampaikan salam kepada seluruh Anak didik dan seluruh orang tua wali siswa.
* Penjelasan sejarah singkat komplek gedung Pakuan.
* Harapan agar gedung pakuan jadikan tempat pembeljaran bagi semua.
* Harapan PGRI tetap solid dan mamju tetap berjuang mencapai tujuan organisasi.
* Harapan dari PGRI terbangun Gennerasi Yang Gemilang yaitu generasi yang berkarakter,yakni
bermoral dan berkarakter profesional.
* Tanamkan kejujuran sebagai hal utama dan pertama sebagai bekal generasi yang bermoral dan
profesional.
* Sebagai Pemerintah akan memperhatikan guru sebagai ujung tombak pembangunan pendidikan.
* Mendorong agar pendidikan tidak terkontaminasi oleh kepentingan politik lokkal maka
pendidikan dikembalikan ke pusat.
* Jadikan PGRI tempat diskusi dalam penguasaan IT
* Bantuaan dana untuk oprasional Pengurus PGRI Jawa Barat dan Pengurus PGRI
Kabupaten/Kota Se-Jawa Barat.
* Pada pukul 12.00 WIB secara resmi membuka kegiatan Konkerprov IV dan Rakorpimprov II PGRI
Jawa Barat.
I.Jadwal Kegiatan
Minggu 7 Oktober 2012 :
09.00 - 10.00 Registrasi peserta
10.00 - 12.30 Upacara Pembukaan
12.30 - 13.30 Soliskan
13.30 - 14.30 Check in Grand Royal Panghegar
15.00 - 17.30 Rapat pleno I :
- Pengesahan Jadwal Acara dan Tata Tertib
- Laporan Pengurus PGRI Jawa Barat
- Laporan Pengurus PGRI Kabupaten / Kota
- Pandangan Umum
17.30 - 19.00 Soliskan
19.00 - 20.30 Rapat Pleno II : Strategi Perjuangan dan Sikap Politik PGRI oleh Dr.H.Sulistyo,M.Pd
20.30 - 22.00 Rapat Pleno III :
- Laporan Sidang Komisi
- Pengesahan Keputusan-kepurusan Konkerprov IV
Senin 8 Oktober 2012 :
07.30 - 09.00 Rapat pleno IV : DKGI dan Kode Etik oleh Prof.Dr.Ing Wardiman Djoyonegoro
09.00 - 10.30 Kebijakan Kemenag Dalam Bidang Pendidikan oleh Direktur Kemenag RI
10.30 - 11.30 Upacara Penutupan
Materi Serapan :
a. Strategi Perjuangan dan Sikap Politik PGRI disampaikan Oleh Ketua Umum PB PGRI :
STRATEGI PERJUANAGAN
•Strategi Internal, strategi perjuangan
yang menekankan pada pelaksanaan program membangun kekuatan dari
dalam diri organisasi, yaitu membangun PGRI sebagai organisasi yang kuat serta
organisasi profesi guru yang bermartabat.
•Strategi Eksternal, strategi perjuangan
dalam rangka mencapai tujuan organisasi yang melibatkan dan berkaitan dengan pihak luar organisasi.
Strategi Internal1.Membangun PGRI yang Kuat, Demokratis, Independen, dan Bermartabat
2.Mewujudkan PGRI sebagai Organisasi Profesi Guru Indonesia seperti yg dimaksud dlm UU
No. 14/2005 ttg Guru dan Dosen
3.Menyerap dan Memperjuangkan Aspirasi seluruh Guru, Pendidik, dan Tenaga KependidikanOrganisasi Profesi Guru
1.Anggota
2.Pengurus dan Kantor Sekretariat
3.Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga- Independen.
4.Alat Kelengkapan Organisasi (DKGI dan LKBH)
5.Kode Etik/Etika Profesi
6.Iuran (Pendanaan
7.Mampu melaksanakan Fungsi dan Kewenangan
Anggota Organisasi Profesi Guru
•Guru wajib menjadi anggota organisasi profesi
•Sistem keanggotaan tidak otomatis, mendaftarkan diri secara aktif.
•Tidak mengikuti keanggotaan ganda.
•Dibuktikan dengan Kartu Tanda Anggota (KTA), tercatat.
•Anggota PGRI sekitar 3.465.235 orang, sekitar 95 % jumlah guru di Indonesia.
Independen
•Mandiri, tidak di bawah kekuasaan pihak lain, tidak bernanung di bawah kekuatan lain.
•PGRI unitaristik, independen, dan nonpartai politik.
•PGRI menempatkan posisinya sejajar dengan pihak lain.
•PGRI bukan oposisi, tetapi mitra.
Fungsi PGRI (Organisasi Profesi Guru)
1.Memajukan profesi,
2.Meningkatkan kompetensi,
3.(Meningkatkan) Karier,
4.(Meningkatkan) Wawasan Kependidikan,
5.(Memberikan) Perlindungan Profesi
6.(Meningkatkan) Kesejahteraan, dan
7.(Melaksanakan) Pengabdian Masyarakat
Program
Pelatihan Profesi
•Pelatihan Guru Kelas
•Pelatihan Guru Bidang
Studi
•Pelatihan Guru BK
•Pelatihan Dosen
•Pelatihan Kepemimpinan
Kepala Sekolah
•Pelatihan Pengawas
Sekolah
•Pelatihan Pamong
dan Penilik PNF
•Pelatihan Laboran, Pustakawan, TAS
•Pelatihan Birokrasi
Pendidikan
Pelatihan
Berjenjang (Nasional, Provinsi, dan Kabupaten/Kota)
Guru
Wajib Memiliki:
•Kualifikasi
akademik,
•Kompetensi,
•Sertifikat
pendidik,
•Sehat
jasmani dan rokhani, dan
•Memiliki
kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional
Agenda Kegiatan PGRI
•Rapat
Koordinasi Nasional dan Latihan
Kepemimpinan PGRI
•Rapat
Kerja DKGI dan LKBH PGRI
•PORSENI
PGRI dan Lokakarya Guru Olah Raga dan Seni
•Rakernas
YPLP/PPLP
•Latihan
Kepemimpinan dan Rakornas
•HUT
PGRI
•ACT
dan PGN
•Konkernas
V PGRI
•Kongres
XXI PGRI
Program/Strategi Internal (3)
Menyerap dan Memperjuangkan Aspirasi seluruh
Guru, Pendidik, dan Tenaga Kependidikan
Usul PGRI: Bidang Politik
1.Mendesak pemerintah untuk melakukan kajian dan evaluasi
otonomi pendidikan secara komprehensif dan melibatkan pakar pendidikan dan
pihak terkait. Apakah msh perlu otonomi atau sentralisasi.
2.Guru dikelola oleh unit utama. Badan pengembangan SDM
pendidikan dan PMP dimaksimalkan sesuai kesepakan bersama antara Komisi X,
Mendiknas, dan PB PGRI, serta sambutan presiden pada HGN 2010
3. Perbaikan sistem pembayaran dana BOS, DAK,
dan tunjangan profesi guru, subsidi tunjangan fungsional (bagi guru non-PNS),
dan dana tambahan penghasilan bagi guru yg belum mendapat TPG.
4.Mendesak lahirnya
peraturan ttg Penetapan Penghasilan Minimal Guru (Khususnya Guru Non-PNS) dan
Pelaksanaannya (PP tentang PTT).
Agenda Prioritas PGRI:
Peningkatan Profesi
1.Mendorong Peningkatan Kinerja Guru, Dosen, dan Tenaga
Kependidikan
2.Mendorong Terwujudnya
Peningkatan Profesionalisme Guru dan Dosen
3.Mendorong Peningkatan Kinerja Pejabat Birokrasi Pendidikan,
KS, Pengawas, dan Penilik NF.
4.Agar seluruh guru/dosen diuji kompetensinya (evaluasi guru,
satuan pendidikan, pembinaan dari daerah, LPTK; pemetaan, pembinaan)
Usul PGRI: Guru Honorer
1.Yang memenuhi syarat diangkat menjadi PNS
2.Yang tidak memenuhi syarat tetapi dibutuhkan diangkat
menjadi PTT, dengan penghasilan minimal
3.Mengikuti sertifikasi, memperoleh TPG
4.Memperoleh subsidi tunjangan fungsional
5.Secara kepegawaian diperlakukan setara dengan guru PNS
Usul
PGRI: Kepala Sekolah
1.Kepala Sekolah adalah
Guru yang Mendapat Tugas Tambahan
2.Standardisasi Sistem
Seleksi dan Pengangkatan Kepala Sekolah
3.Evaluasi Sistem Mutasi
Kepala sekolah
4.Peningkatan Tunjangan
Kepala Sekolah
5.Pembinaan dan Pelatihan
Manajemen dan Kepemimpinan Sekolah
Uusul PGRI: Pengawas Sekolah dan Penilik PNF
1.Guru yang mendapat tugas tambahan
2.Sistem pengangkatannya berbasis mutu/profesionalitas
3.BUP 60 tahun
4.Disertifikasi dan memperoleh TPG
5.Tunjangan Fungsional/Pendidikan yang lebih besar dari guru
6.Memperoleh bantuan transportasi
7.Pembinaan dan Pelatihan
Strategi Eksternal
•Strategi perjuangan yang berkaitan dengan pihak ketiga (pihak luar) untuk mencapai tujuan organisasi, agenda oranisasi, secara efektif, berkenaan dengan banyaknya persoalan guru, tenaga kependidikan, dan pendidikan.
Agenda Jangka Pendek PGRI (1)
1.Beban Kerja 24 Jam (Permendiknas Diperpanjang dan Diperbaiki; PP 74/2008 direvisi)
2.PP Penyelesaian Guru Honorer
3.PP tentang PTT/GTT
4.Penyelesaian Pengangkatan Guru Bantu
5.Perbaikan Penyaluran BOS (SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA)
6.Kenaikan Tunjangan Kepala Sekolah, Pengawas, Penilik, Kepala UPTD
Agenda Jangka Pendek (2)
Uusul PGRI: Pengawas Sekolah dan Penilik PNF
1.Guru yang mendapat tugas tambahan
2.Sistem pengangkatannya berbasis mutu/profesionalitas
3.BUP 60 tahun
4.Disertifikasi dan memperoleh TPG
5.Tunjangan Fungsional/Pendidikan yang lebih besar dari guru
6.Memperoleh bantuan transportasi
7.Pembinaan dan Pelatihan
Strategi Eksternal
•Strategi perjuangan yang berkaitan dengan pihak ketiga (pihak luar) untuk mencapai tujuan organisasi, agenda oranisasi, secara efektif, berkenaan dengan banyaknya persoalan guru, tenaga kependidikan, dan pendidikan.
Agenda Jangka Pendek PGRI (1)
1.Beban Kerja 24 Jam (Permendiknas Diperpanjang dan Diperbaiki; PP 74/2008 direvisi)
2.PP Penyelesaian Guru Honorer
3.PP tentang PTT/GTT
4.Penyelesaian Pengangkatan Guru Bantu
5.Perbaikan Penyaluran BOS (SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA)
6.Kenaikan Tunjangan Kepala Sekolah, Pengawas, Penilik, Kepala UPTD
Agenda Jangka Pendek (2)
7.
Penyelesaian Permasalahan Korban Politik
8. Guru Kementrian Agama (Dana Tambahan,
Sertifikasi, Fungsional)
9. Pembayaran dan Pemenuhan Tunjangan Khusus
10.Evaluasi
Permenpan
dan RB No. 16/2009
Agenda Jangka Pendek (3)
11. Usul
ttg sertifikasi
a.Kuota diperbesar, tahun 2015 selesai,
penetapan peserta adil
b.Sertifikasi Dosen dan
GPAI ditinjau kembali &
usul penambahan kuota sertifikasi.
c.Sertifikasi Penilik
d.Pembayaran tunjangan profesi ditertibkan, dilakukan melalui/bersamaan pembayaran gaji
e.Tahun 2016 seluruh
guru sdh menerima tunjangan profesi
Agenda Khusus PGRI (1)
1.Perbaikan Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas)
2.Politik Guru Nasional
3.Perbaikan Sistem Pembinaan Guru
4.PP ttg Penyelesaian Tenaga Honorer, Penghasilan Minimal Guru
non-PNS
5.Anggaran Pendidikan Minimal 20 %
6.Implementasi UUGD dan PP Guru serta PP Dosen
7. PP tentang Tenaga Kependidikan
8. Sistem Penggajian Khusus Guru
9.Gaji Minimal Rp
2.500.000,00/bulan
10.PP tentang Perlindungan Guru
11. Sistem ujian (Ujian Nasional) yg benar
12. Penempatan Guru PNS di Sekolah Swasta
Sikap
Politik PGRI
Konkernas III PGRI di Gorontalo tahun 2011 lalu, telah
menetapkan makna nonpolitik praktis adalah bahwa:
(a)PGRI bukan partai politik dan tidak mendirikan
partai politik,
(b)Pengurus PGRI tidak boleh merangkap menjadi pengurus partai politik,
(c)pengurus partai politik tidak boleh menjadi pengurus PGRI,
(d)Anggota PGRI dapat menjadi pengurus partai politik,
(e)Pengurus PGRI dapat menjadi anggota partai politik,
(f)pengurus partai politik dapat menjadi anggota PGRI,
(g) PGRI dapat bekerja sama dengan partai politik,
(h) pengurus dan/atau angota PGRI dapat menjadi angota DPRRI, DPDRI, dan
DPRD,
(i) dalam pemilihan umum, baik pemilihan presiden/wakil presiden, gubernur/wakil gubernur, walikota/wakil walikota, bupati/wakil bupati, dan calon anggota legislatif,
PGRI bersifat netral,
(j) Anggota PGRI mendukung calon
yang dimaksud pada butir h yang
berpihak kepada pendidikan dan guru yang dilaksanakan sesuai peraturan
perundang-undangan yang berlaku.
4.
Kerja sama
•PGRI
harus menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, prinsip simbiosis mutualisme.
•Kerja
sama bukan formalitas
•Banyak
dana CSR yang bisa dimanfaatkan
•Kerja
sama bisa berlingkup nasional, bisa perprovinsi
Peningkatan Kerjasama
•PGRI
harus menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, prinsip simbiosis mutualisme.
•Kerja
sama bukan formalitas
•Banyak
dana CSR yang bisa dimanfaatkan
•Kerja
sama bisa berlingkup nasional, bisa perprovinsi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar